free hit counter

Apa itu Binaural Beats?

Binaural beats atau nada Binaural adalah artefak proses pendengaran, atau persepsi yang timbul di otak untuk rangsangan fisik tertentu. Efek ini ditemukan pada tahun 1839 oleh Heinrich Wilhelm Dove, dan memperoleh kesadaran publik yang lebih besar di akhir abad 20 didasarkan pada klaim bahwa Binaural beats dapat membantu mendorong relaksasi, meditasi, kreativitas dan keadaan mental yang diinginkan lainnya.

Meskipun sejarah munculnya penciptaan dari binaural beats mungkin hanya melalui adanya kemajuan dan perkembangan teknologi saat ini, tapi binaural beats ini telah dikenal sepanjang sejarah. Kebudayaan kuno pada abad yang lalu, telah menyadari adanya kekuatan dan manfaat dari binaural beats sebelum ilmu pengetahuan modern telah mengakuinya.

Binaural Beats sendiri merupakan metode terapi menggunakan frekwensi gelombang otak sebagai media untuk membantu Anda untuk mengatasi berbagai permasalahan yang Anda hadapi saat ini. Terapi ini dibuat berdasarkan riset yang kami lakukan dengan mengkaji referensi-referensi dari para ahli dibidang pemrograman pikiran dengan mengkombinasikan stimulasi gelombang otak dan visualisasi diri. Jika Anda memiliki kebiasaan buruk, gangguan penyakit, gangguan psikis dan gangguan lainnya bisa dibantu dan diatasi dengan menggunakan Binaural Beats.

Perkembangan Binaural Beats

Sepanjang sejarah, mereka yang telah hidup pada jaman kuno sudah mengetahui adanya kekuatan dan manfaat yang timbul dari sebuah suara yang berirama dan selalu konsisten terus menerus mengikuti irama yang ada. Tapi mereka belum bisa menyebutnya dengan binaural beats.

Apa yang mereka tahu hanyalah bahwa suara yang berirama dan konsisten, dapat menciptakan kekuatan tersendiri untuk dijadikan sebagai proses penyembuhan diri yang sangat kuat dan memiliki manfaat spiritual lainnya.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai penelitian terkait dengan manfaat yang dihasilkan dari binaural beats ini, termasuk Melinda Maxfield, PhD. Ia melakukan penelitian tentang drumbeats yang digunakan dalam ritual keagamaan dari berbagai budaya pada jaman kuno. Ia menemukan bahwa adanya stabilitas yang muncul dari drumbeats tersebut dengan sebuah ketukan yang mencapai rata-rata sebesar 4,5 denyut per detik. Ini dapat mengalahkan konsistensi dari induksi kondisi trans. Ini adalah hasil dari pergeseran otak menuju ke frekuensi gelombang otak 4,5 denyut per detik, dan ini berada pada gelombang otak Theta.

Hampir dari setiap kebudayaan pada jaman dahulu, binaural beats telah memainkan peran yang sangat penting dalam proses penyembuhan diri dan pengembangan spiritual keagamaan bagi mereka yang hidup pada jaman kuno.

Dengan menggunakan ketukan yang berulang dan nyanyian-nyanyian lain yang berirama, para nabi, para sufi, para biksu Tibet, dukun, orang Hindu, dan Yogi telah mampu menginduksi gelombang otak kedaerah yang lebih rendah sehingga mampu melampaui kondisi kesadaran mereka menuju alam bawah sadar untuk dijadikan sebagai proses penyembuhan diri dan spiritual.

Tapi meski demikian, binaural beats masih tetap menjadi semacam misteri selama 134 tahun setelah itu. Pada tahun 1973, Gerald Oster mengumpulkan penelitian dengan menulis buku ” Auditory Beats in the Brain “. Dalam penelitian Oster tersebut, ia menawarkan adanya wawasan segar yang luar biasa dan temuan laboratorium baru untuk penelitian pada binaural beats.

Oster melihat bahwa binaural beats merupakan alat yang sangat hebat untuk penelitian kognitif dan neurologis. Dia percaya bahwa binaural beats bisa menjawab semua pertanyaan yang ada seperti bagaimana hewan dapat mendengarkan suara dari teman mereka yang berada dalam ruang tiga dimensi dan kemampuan yang luar biasa dari hewan untuk memilih dan fokus pada suara tertentu pada saat mereka berada pada sebuah laut yang sangat bising.

Dia juga percaya bahwa binaural beats adalah sebuah alat yang sangat hebat untuk mendiagnosis masalah medis. Bukan hanya pada masalah gangguan pendengaran, tetapi juga untuk kondisi neurologis lainnya yang lebih umum.

Beberapa tahun kemudian, Robert Monroe dengan bantuan Thomas Campbell dan Dennis Mennerich, mulai meneliti efek yang dihasilkan dari binaural beats pada saat seseorang dalam kondisi kesadaran yang berubah. Robert berusaha untuk mereproduksi kesan subjektif dari osilasi 4Hz yang terkait dengan pengalaman proyeksi astral.

Mereka menemukan bahwa binaural beats adalah sebuah alat yang luar biasa untuk mencapai perubahan keadaan kesadaran yang lebih tinggi. Hasil yang ditemukan dari penelitiannya tersebut, Monroe menyimpulkan bahwa binaural beats dapat mengalahkan industri yang lebih kepada pengembangan diri dan akhirnya ia membentuk The Institute Monroe, yang sekarang dijadikan sebagai tempat penelitian binaural dan organisasi pendidikan.

Sejak saat ini telah ada penelitian lanjutan yang dilakukan terkait dengan manfaat yang didapat dari binaural beats dan frekuensi gelombang otak lainnya. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang ilmu binaural beats di sini. Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana efek yang dihasilkan dari masing-masing frekuensi tersebut untuk dijadikan sebagai proses penyembuhan diri dan perubahan kesadaran.

Baca Artikel Lainnya

Komentar

Komentar



Tinggalkan Balasan